|
|
TEMPAT - TEMPAT MENARIK
|
PANTAI SENGGIGI |
|
|
|
Pantai Senggigi merupakan pusat wisata pulau Lombok. Pantai Senggigi
merupakan perwujudan dari Pantai Kuta pada masa jayanya bertahun - tahun
yang lalu, sekarang telah di padati dengan beberapa penginapan dari yang
kelas rendah sampai yang kelas tinggi dan juga beberapa restoran.
Pantai
Senggigi dengan pemandangan lautan biru yang jernih dan dilatari oleh
Gunung Agung di Pulau Bali menampilkan keindahan yang luar biasa.
Pantainya sangat indah, sunsetnya menawan dan pepohonan kelapa di
sekitarnya, melengkapi impian liburan anda. Sangat damai dan tenang.
Dari pinggir pantai ketika malam tiba, anda dapat menyaksikan ratusan
lampu dari nelayan tradisional yang berada di lautan di Selat Lombok
menyatu dengan taburan bintang - bintang merupakan kombinasi yang
menimbulkan suasana romantis yang dapat anda peroleh di Pantai Senggigi.
|
|
|
.
|
|
|
|
PURA MERU
|
|
|
|
Pura Meru merupakan bangunan Pura terbesar di Pulau Lombok. Pura Meru
merupakan simbol perwujudan alam semesta yang memiliki tiga as the
symbolises of the universe and has three bangunan utama yang
didedikasikan untuk Trimurti, Tiga Dewa trinitas dalam agama Hindu yaitu Brahma, Shiwa
dan Wisnu.
Bagian pertama adalah ruang depan dilengkapi dengan 'Bale Kul-Kul', sebuah
kentungan kayu yang dipukul untuk memanggil masyarakat Hindu dari daerah
sekitar guna melakukan upacara agama Hindu. Bagian kedua terdapat dua
bangunan dimana masyarakat yang melakukan upacara memberikan
sesembahannya seperti bunga - bunga dan buah - buahan tertentu.
Bagian terdalam yang merupakan pusat dari seluruh bangunan dimana tiga buah
Pura dan tiga puluh tiga kuil - kuil yang lebih kecil berada. Berlokasi
di Cakranegara, dan di bangun pada tahun 1720.
|
|
|
.
|
|
|
|
MAYURA
|
|
|
|
Dahulunya merupakan bagian dari bangunan kerajaan Bali di Lombok dan di
bangun pada tahun 1744 terletak berdekatan dengan Pura Meru di
Cakranegara.
Bangunan di tengah kolam besar yang di sebut 'Bale Kambang' atau rumah
terapung dahulunya digunakan untuk pengadilan dan tempat pertemuan bagi
para pembesar kerajaan.
Di Bale Kambang beberapa patung seperti mirip haji di letakkan untuk
menyimbolkan hubungan baik diantara 2 komunitas utama yaitu Muslim sasak
dan Hindu Bali.
Dalam usahanya menjajah Lombok, tim ekspedisi Kolonial Belanda datang ke
Mayura dan memaksakan kehendaknya hingga pada akhirnya Jenderal Van Han
yang memimpin pasukan tersebut terbunuh di sana beserta seluruh anak
buahnya.
Kuburnya dapat di lihat di Karang Jangkong, Cakranegara.
|
|
|
.
|
|
|
|
TAMAN NARMADA
|
|
|
|
Narmada merupakan istana musim panas bagi keluarga kerajaan Anak Agung
Ngurah, yang di bentuk pada tahun 1727. Tempat ini sewaktu -waktu
digunakan penduduk setempat sebagai salah satu tempat yang bagus untuk
berlibur setelah berada dalam hiruk pikuk kebisingan kota, disini dapat
dinikmati keindahan kebun-kebun, dan terdapat danau buatan yang dibuat
untuk tujuan ritual.
Terdapat sumber mata air yang dinamai Tirta Amerta Padmawangi atau lebih
dikenal dengan sebutan air keabadian, hal ini dipercaya bisa untuk
menjaga kesegaran dan menjadikan orang yang meminumnya awet muda, tempat
ini bisa ditemukan di tengah-tengah istana. Terdapat juga Pura Kalasa,
sebuah Pura suci yang terletak paling atas dan diperuntukkan guna
melakukan persembahan kepada Dewa Shiwa.
|
|
|
.
|
|
|
|
SURANADI
|
|
|
|
Sebagai tempat peristirahatan, Suranadi menawarkan keindahan dan
kenyamanan. Tempat - tempat rekreasi di sini terdapat begitu banyak mata
air dengan airnya yang dingin mengairi kolam - kolam pemandian di sini.
Hutan - hutan di sekelilingnya memberikan suasana ketenangan dan
ketenteraman, di luar area hotel terdapat beberapa belut besar yang
telah di sucikan dan belut itu tidak boleh ditangkap. Suranadi terletak
kira-kira 6 km dari Narmada.
Lapangan golf Golong berada di sebelah Selatan dan bisa ditempuh hanya
10 menit dengan mobil. Suranadi juga merupakan tempat produksi bermacam
- macam buah -buahan segar, beberapa stan penjual buahan – buahan banyak
terdapat di jalan masuk ke hotel Suranadi.
|
|
|
..
|
|
|
|
LINGSAR
|
|
|
|
Pura
Lingsar adalah Pura suci yang paling unik yang bisa ditemukan di
tanah Lombok yang subur. Pura ini dimiliki oleh masyarakat Hindu dan
Muslim Waktu Tiga (Wetu Telu).
Beberapa orang mungkin menganggapnya aneh, tapi bagi masyarakat di sini
dianggap sebagai simbol kebersamaan dan keharmonisan antar umat beragama.
Terdapat dua tempat utama untuk berdo'a, yang satu bernama Pura Gaduh
diperuntukkan bagi agama
Hindu dan Kemalik untuk pengikut aliran Muslim Waktu
Telu.
Sebuah acara perang - perangan yang di sebut 'Perang Ketupat' diadakan
sekali dalam setahun antara bulan Oktober sampai Desember bisa diartikan
dengan beberapa hal. Sebagian mungkin menganggap sebagai acara sukuran
atau ritual untuk memanggil hujan dan mendatangkan hasil panen yang
berlimpah.
|
|
|
.>.
|
|
|
|
PURA GUNUNG SARI
|
|
|
|
Sebuah kisah kepahlawanan yang melatari kisah
sejarah perang
Perang Puputan (serangan bunuh diri) yang merupakan pertempuran terakhir
antara Jenderal Belanda, Van der Petter, bersama dengan seluruh
pasukannya dan Raja Lombok waktu itu Anak
Agung Nengah dan seluruh pengikutnya (22 November, 1894).
Pertempuran terjadi di atas bukit Gunung Sari berakhir dengan wafatnya sang
Raja. Sebuah Pure, yang kemudian dikenal dengan nama Pura Gunung Sari,
berada di atas bukit menjadi saksi dari terjadinya tragedi tersebut.
|
|
|
.
|
|
|
|
BATU BOLONG
|
|
|
|
Sama dengan namanya, Pura Batu Bolong di tandai dengan adanya sebuah batu
yang berlubang pada bagian tengahnya. Pura yang berada diatas bebatuan
dengan pemandangan melewati Selat Lombok sampai ke Bali dimana kita
dapat melihat Gunung Agung menyembul ke langit dari garis horizon.
Tempat ini merupakan tempat dimana orang Hindu datang untuk melakukan
persembahan pada waktu - waktu tertentu.
Konon terdapat banyak ikan hiu yang berpatroli di bawahnya untuk menjaga
tempat suci bagi agama Hindu ini.
|
|
|
.
|
|
|
|
GUNUNG PENGSONG
|
|
|
|
Hampir 6 kilometer ke Selatan Mataram
terbentang Gunung Pengsong yang menawarkan pada pengunjung pemandangan
indah di sekitarnya. Untuk mendapatkan pemandangan terbaik, tempat ini
mengharuskan kita mendaki ke puncak 10 sampai 15 menit.
Pemandangan sawah hijau yang bertingkat - tingkat di sekitar desa dan kota
Ampenan, Mataram serta Cakranegara semuanya dapat terlihat dari tempat
ini. Bahkan ketika cuaca cerah, Selat Lombok dan Gunung Agung di Bali
juga dapat terlihat dari tempati ini.
Beberapa fotografer memanfaatkan tempat ini untuk mengabadikan pemandangan
sunset. tempat ini dihargai sebagai tempat keramat bagi pemeluk agama
Hindu, karenanya di tempat teratas bukit ini dibangun sebuah Pura Suci.
Di tempat
ini juga terdapat banyak sekali kawanan monyet yang dipercaya sebagai
pelindung tempat ini.
|
|
|
.
|
|
|
|
GETAP
|
|
|
|
Getap adalah sebuah Desa tempat para pandai besi
yang terletak 1 Kilometer Selatan Cakranegara. Para buruh yang
bercucuran keringat dengan peralatan manual seperti Palu, tungku
pembakar yang di pompa dengan angin serta suara bising dari pekerjaan
ini merupakan bagian dari kehidupan sehari - hari masyarakat di desa ini.
Beberapa orang mengatakan pada mulanya mereka yang menjadi pandai besi di
daerah ini berdasarkan penugasan dari Raja Bali yang berkuasa di Lombok
pada masa lalu. Keahlian ini kemudian diwariskan turun temurun dari
generasi ke generasi.
Pada masa lalu mereka memproduksi alat - alat untuk kepentingan perang,
tetapi pada masa sekarang kebanyakan untuk memproduksi alat - alat
pertanian dan peralatan rumah tangga sehari - hari.
|
|
|
.
|
|
|
|
MUSEUM
NUSA TENGGARA
BARAT
|
|
|
|
Museum ini adalah yang terbesar di Provinsi NTB yang
menyimpan artifak - artifak bersejarah bagi wilayah Lombok dan Sumbawa.
Pada masa sekarang terdapat lebih dari seribu buah benda bersejarah
milik kerajaan Bima, Dompu, Sumbawa Besar, Selaparang di Lombok Timur,
Pejanggiq di Lombok Tengah dan Cakranegara di Lombok Selatan serta Bayan
dan Sembalun di Lombok Utara.
Termasuk didalam koleksinya sebuah menuskrip kuno dari tahun 1239
menceritakan sejarah kuno wilayah ini, ditulis diatas daun lontar dan
bambu dalam bahasa sasak kuno. Museun ini terletak di Jalan Panji
Tilar Negara di Ampenan.
|
|
|
.
|
|
|
|
DESA SEKARBELA |
|
|
|
Desa Sekarbela bagi Lombok adalah seperti Desa Celuk
dan Mas
di Bali. Desa ini merupakan pusat dari kerajinan perak dan emas di
Lombok. Pada masa sekarang, karena Pulau Lombok juga terkenal akan
mutiaranya, desa ini juga menjadi pusat jual beli mutiara.
Masyarakat dapat dengan mudah membeli perhiasan perak dan emas disini, di
pinggir - pinggir jalan utama daerah ini terdapat begitu banyak toko -
toko perhiasan. Desa Sekarbela terletak sekitar 2 kilometer sebelah
Selatan Mataram.
|
|
|
.
|
|
|
|